Ta'aruf"


Segudang pertanyaan yang kini sedang melanda hati ini adalah “suci dan murnikah cintamu kepadaNYA?, rasanya ingin sekali aku berteriak sekencang-kencangnya “AAAAKKKUUUU…..MAAALUUUU YAAAA ROOOOOBB….”, duh rabbi….betapa hinanya hamba dihadapanMU, betapa diri ini telah berlebih-lebihan dalam urusan hati.
Sakit ya rabb….sakit…..hati ini, mengapa harus ada sebuah pertemuan diantara kami kalau akhirnya harus seperti ini, tak terasa air mata ini menetes membasahi wajah ini, sangat disayangkan sekali yang seharusnya air mata ini tumpah menangis karena ingat kebesaran dan ke Maha KuasaanMU, kini jatuh hanya karena urusan yang tidak seharusnya ada air mata yang menetes kebumi. Tapi sakit ini sampai detik ini masih terasa, sungguh hina….sungguh hina….sungguh hina….yaaa rabb….hambaMU ini….
Mengapa harus ada keyakinan, jika keyakinan itu mampu dirobohkan oleh bor-bor yang sangat kuat yang mampu mengoyak dan meluluh lantakkan benteng pertahanan hati ini ketika hati ini telah berazzam di dalam sanubari untuk meluruskan niat hati yang telah terlanjur terkotori.
Tapi bukanlah seorang ikhwan jika mudah menyerah, juga bukan seorang ikhwan sejati jika mudah melepaskan apa yang ingin diraihnya dalam menuju ridho Allah SWT, masalah, tidak akan bisa diselesaikan sebelum final dari pada sebuah keputusan yang diberikan oleh dua orang yang menghadapinya.
Beberapa waktu yang lalu sempat menemui seorang saudari yang sebentar lagi akan melaksanakan walimahan (pernikahan), disela-sela pertemuan dengan beliau tiba-tiba hujan turun, sembari menunggu hujan reda kita berdua saling bertukar informasi tentang proses taarufnya, ternyata proses yang mereka lakukan adalah melalui prantara teman, dan yang membuat saya terkejut sekaligus terkagum-kagum adalah proses yang dilakukan adalah itu murni dari bimbingan Allah azza wa jalla, betapa tidak, si akhwat ini secara fisik cantik, rapi dan memiliki keanggunan seorang akhwat sejati, dan dia sendiri mengakui kalau sang calonnya itu begitu tidak menarik, jelek, stilenya ga ada rapi-rapinya, tetapi karena niatan baik juga srius yang dilakukan oleh sang ikhwan maka si akhwat ini memberikan kesempatan untuk meneruskan proses taaruf mereka. Selang beberapa lama kemudian akhirnya dititik usaha yang terakhir setelah bermalam-malam beristikhoroh minta petunjuk kepada Allah akhirnya ada satu kemantapan hati bahwa sang akhwat siap untuk berumah tangga dengan sang ikhwan ini.
Subhanallah, apa yang telah dilakukan oleh akhwat ini sungguh diluar dari kebiasaan akhwat yang ada, apalagi akhwat ini subhanallah kalau masalah kecantikan, jelas cantik, dikatakan solehah, sangat solehah, mampu menerima karena Allah seorang yang memiliki niatan yang baik dan serius dalam berproses menuju keridhaan Allah azza wa jalla.
Akhwat ini pernah berujar kepada saya :
“Akhi….kalau saya mencari jodoh hanya karena ketampanannya, alangkah hina dan rendah diri ini, karena telah menolak orang yang notabene kita tau kebaikan akhlak dan kesolehan dirinya, bukankah ada hadis rosulullah yang intinya mengatakan kalau ada ikhwan yang soleh datang untuk melamar kita, kmudian kita menolak maka akan terjadi bencana yang besar untuk kehidupan akhwat itu, maka selalu berusaha meluruskan niat kita untuk menata diri ini, jangan sampai dengan kejelekan parasnya padahal dia soleh atau solehah kita menolaknya mentah-mentah dengan ketus mengatakan “saya tidak suka dengan dia”. Alangkah cepat jawaban yang terlontar dari mulut kita, apakah tidak ada proses istikhoroh yang akan menguatkan atau melemahkan kemantapan hati kita kepada calon suami kita, bagi saya orang yang memandang pernikahan hanya dengan persepsi subjektif saja tidak akan mampu mendapatkan keberkahan didalam hidupnya, karena dia melupakan dan meniadakan Allah di dalam proses taaruf itu”.
Kemaren saya menemui saudara saya yang ingin taaruf dengan seorang akhwat, kemudian hal yang sangat mengagetkan adalah dia ditolak mentah-mentah oleh akhwat tersebut, dengan bahasanya yang dikirim melalui sms teman akhwat saudara saya,
Akhwat teman saudara saya: “aslamkum ukh….amir (nama samaran) ingin menghitbah anti, beliau benar2 serius untuk taaruf dengan anti, bagaimana pendapat anti?”
Akhwat yang ditaarufi saudara saya : “walaikum alam…afwan ana tidak suka dengan beliau, dan juga ana belum siap untuk menikah sekarang”
Padahal saudara saya cuma ingin menghitbah beliau dulu, kalau dia ingin melanjutkan studynya tidak masalah, tetapi yang menjadi masalah disini adalah mengapa si akhwat ini begitu cepat mengambil keputusan dalam menjawab pertanyaan sms tadi, apakah dia tidak bisa balas sms ingin menjalankan istikhoroh dulu, subhanallah saudaraku…mungkin inilah yang tengah terjadi dengan kita, kita lebih memilih jawaban sendiri ketimbang meminta jawaban kepada Allah azza wa jalla, BERSAMBUNG
( ditulis oleh supriadi beganti namo…”T_T)

1 komentar:

Syamil Algifari mengatakan...
dibalik kisah ini ada hikmah nya..dan kejadian nya adalah ujian bagi kedua belah pihak ikhwan dan akhwat.memang seharus nya semua itu diserah kan dulu pada sang Maha Kuasa dengan istikhoroh.tapi kita jg harus memahami diri sang akhwat pula,mungkin pada saat ia menjawab ia lebih mengutamakan lisan kebanding pikir,berpikir dulu sebelum berkata begitu juga sebalik nya,berpikir dulu sebelum menjawab,itu yg diajarkan Rosul kpd kita,oleh karna itu kita doakn ia,agar dikemudian hari ia tak khilaf dalam mengambil keputusan dan bijak dalam menghadapi suatu masalah.kita harus ingat se ikhwan2 nya dan seakhwat2 nya,mereka juga manusia biasa yg tak luput dari salah.oleh karna itu maafkanlah..dan doa kanlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini